Strategi Manajemen Pemasaran Beras Merah
Assalamualaikum Wr. Wb.
Selamat datang kembali di blog saya, perkenalkan nama Saya Nina Yunita, saya merupakan mahasiswi Program Studi Agribisnis Universitas Trunojoyo Madura. pada tulisan kali ini, saya akan membahas mengenai soal Ujian Akhir Semester Mata Kuliah Manajemen Pemasaran Beras Merah.
Yuk kita baca jawabannya di bawah ini ya...
Selamat datang kembali di blog saya, perkenalkan nama Saya Nina Yunita, saya merupakan mahasiswi Program Studi Agribisnis Universitas Trunojoyo Madura. pada tulisan kali ini, saya akan membahas mengenai soal Ujian Akhir Semester Mata Kuliah Manajemen Pemasaran Beras Merah.
Yuk kita baca jawabannya di bawah ini ya...
Segmentasi, Targeting dan Positioning Produk Beras Merah Organik
Segmentasi
Pada tahap ini terbagi menjadi 3 pendekatan yaitu demografi, psikologi dan manfaat produk. Demografi, produk beras merah organik ditujukan untuk semua kalangan masyarakat tanpa Batasan usia, gender, pendapatan, dan kelas sosial. Psikologi, produk beras merah organik ditujukan untuk orang yang memiliki gaya hidup sehat dan untuk program diet. Manfaat produk, beras merah organik sangat baik untuk dikonsumsi karena memiliki kandungan gizi yang baik bagi tubuh.
Targeting
Pemasaran produk beras merah organik menargetkan masuk kesemua segmen, khusunya disasarkan ke konsumen dengan pendapatan menengah ke atas, konsumen yang menjaga pola hidup sehat, dan konsumen yang sedang melakukan program diet.
Positioning
Peminat beras merah organik masih relatif sedikit, sedangkan kebutuhan pasar akan beras organik cukup tinggi sehingga dapat dikatakan jika pasar masih terbuka lebar, dan persaingan masih relatif sedikit, produk beras merah organik yang dipasarkan merupakan beras yang pure organik, selain itu juga sebagai perusahaan atau produsen dengan cara lebih dekat dengan konsumen dengan melakukan interaksi pasar misal sosialisasi produk organik di komunitas pecinta pangan organik, kalangan masyarakat yang peduli akan kesehatan, sosialisasi kesehatan dan lain sebagainya.
Pada tahap ini terbagi menjadi 3 pendekatan yaitu demografi, psikologi dan manfaat produk. Demografi, produk beras merah organik ditujukan untuk semua kalangan masyarakat tanpa Batasan usia, gender, pendapatan, dan kelas sosial. Psikologi, produk beras merah organik ditujukan untuk orang yang memiliki gaya hidup sehat dan untuk program diet. Manfaat produk, beras merah organik sangat baik untuk dikonsumsi karena memiliki kandungan gizi yang baik bagi tubuh.
Targeting
Pemasaran produk beras merah organik menargetkan masuk kesemua segmen, khusunya disasarkan ke konsumen dengan pendapatan menengah ke atas, konsumen yang menjaga pola hidup sehat, dan konsumen yang sedang melakukan program diet.
Positioning
Peminat beras merah organik masih relatif sedikit, sedangkan kebutuhan pasar akan beras organik cukup tinggi sehingga dapat dikatakan jika pasar masih terbuka lebar, dan persaingan masih relatif sedikit, produk beras merah organik yang dipasarkan merupakan beras yang pure organik, selain itu juga sebagai perusahaan atau produsen dengan cara lebih dekat dengan konsumen dengan melakukan interaksi pasar misal sosialisasi produk organik di komunitas pecinta pangan organik, kalangan masyarakat yang peduli akan kesehatan, sosialisasi kesehatan dan lain sebagainya.
Bauran Pemasaran
Bauran pemasaran yang digunakan yaitu 4P
1. Produk
Produk yang kami pasarkan produk yang berkualitas, tanpa bahan kimia , enak , pulen dan cocok untuk semua kalangan.
2. Price
Harga yang kami tetapkan sangat fleksibel. Jadi perusahaan kami menyediakan berbagai ukuran beras merah organik , sehingga konsumen yang hendak membeli tidak merasa harga terlalu tinggi.
3. Place
Lokasi untuk pemasaran yaitu seperti supermarket , toko swalayan , juga pasar tradisional
4. Promotion
Untuk promosi kami melalu media offline juga online . Offline dengan menyebar brosur . Online dengan menyebar pamflet dimedia sosial dan marketplace, seperti facebook, instagram, shopee, lazada, bukalapak, dan lain lain.
Bauran pemasaran yang digunakan yaitu 4P
1. Produk
Produk yang kami pasarkan produk yang berkualitas, tanpa bahan kimia , enak , pulen dan cocok untuk semua kalangan.
2. Price
Harga yang kami tetapkan sangat fleksibel. Jadi perusahaan kami menyediakan berbagai ukuran beras merah organik , sehingga konsumen yang hendak membeli tidak merasa harga terlalu tinggi.
3. Place
Lokasi untuk pemasaran yaitu seperti supermarket , toko swalayan , juga pasar tradisional
4. Promotion
Untuk promosi kami melalu media offline juga online . Offline dengan menyebar brosur . Online dengan menyebar pamflet dimedia sosial dan marketplace, seperti facebook, instagram, shopee, lazada, bukalapak, dan lain lain.
Bentuk Promosi melalui Pamplet
Analisis daya saing beras merah organik dipasar Asean
Strategi yang harus dilakukan saat ini adalah harus memperbanyak negara dan memperbesar volume ekspor. Salah satu kiatnya dengan menambah wilayah binaan untuk mengembangkan lokasi berdaya saing dan bekerjasama dengan eksportir. Kementerian Pertanian menurut Suwandi telah melakukan upaya untuk hal itu, apalagi adanya program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) arahan Mentan Syahrul Yasin Limpo menjadi tugas utama untuk meningkatkan potensi ekspor produk pertanian saat ini.
Bagaimana caranya agar berdaya saing, Kementan telah memberikan beberapa dukungan fasilitas seperti dengan bantuan sertifikasi bagi pertanian organik, uji mutu hasil produk pertanian, peningkatan SDM pembina mutu, pengajuan rancangan SNI sebagai sertifikasi jaminan mutu, serta bantuan alat pascapanen.
Tahun 2021 Kementan akan tetap fokus pada pangan beras, dengan intervensi pemerintah 2,8 juta hektar akan ada preferensi fasilitasi kegiatan untuk padi lahan kering, padi sawah, padi rawa, padi tadah hujan, padi di daerah rawan stunting serta budidaya beras khusus dan premium.
Di tempat sama pakar pertanian Sutarto Alimoeso menyebut ada beberapa faktor yang menjadi tantangan ekspor beras. Seperti produksi, produktivitas, kontinuitas, kesesuaian lahan, posisi Indonesia, harga.
“Peluang meningkatkan produksi dan provitas masih ada, pola panen tahun 2020 juga terjadi pergeseran waktu panen, dengan panen sepanjang waktu diharapkan tidak ada defisit bulanan. Kalau saya lihat berdasarkan data BPS akan ada banyak stok beras, saya rasa tidak perlu lagi ada impor, stok pangan aman, apalagi tahun ini tidak ada el nino,” ujar pria yang sering diundang pada forum perdagangan beras internasional ini.
Ia menyebut ada beberapa strategi meningkatkan daya saing beras, yaitu meningkatkan produksi, meningkatkan efisiensi dan modernisasi dari hulu hilir, fokus pada beras khusus dengan kualitas tinggi dan promosi membuka pasar ke negara luar.
Promosi ini menurut Sutarto sangat penting karena selama ini image Indonesia sebagai pengimpor beras, padahal sebenarnya Indonesia ini bisa menghasilkan berbagai jenis beras, “ tuturnya.
Harga juga menjadi hambatan selama ini karena itu perlu efisensi dalam budidaya, pengolahan hasil serta lgistiknya. Terakhir Sutarto menyarankan pemerintah fokus menggenjot beras khusus karena beras ini sudah punya pangsa pasar yang cukup banyak di negara tetangga.
Strategi yang harus dilakukan saat ini adalah harus memperbanyak negara dan memperbesar volume ekspor. Salah satu kiatnya dengan menambah wilayah binaan untuk mengembangkan lokasi berdaya saing dan bekerjasama dengan eksportir. Kementerian Pertanian menurut Suwandi telah melakukan upaya untuk hal itu, apalagi adanya program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) arahan Mentan Syahrul Yasin Limpo menjadi tugas utama untuk meningkatkan potensi ekspor produk pertanian saat ini.
Bagaimana caranya agar berdaya saing, Kementan telah memberikan beberapa dukungan fasilitas seperti dengan bantuan sertifikasi bagi pertanian organik, uji mutu hasil produk pertanian, peningkatan SDM pembina mutu, pengajuan rancangan SNI sebagai sertifikasi jaminan mutu, serta bantuan alat pascapanen.
Tahun 2021 Kementan akan tetap fokus pada pangan beras, dengan intervensi pemerintah 2,8 juta hektar akan ada preferensi fasilitasi kegiatan untuk padi lahan kering, padi sawah, padi rawa, padi tadah hujan, padi di daerah rawan stunting serta budidaya beras khusus dan premium.
Di tempat sama pakar pertanian Sutarto Alimoeso menyebut ada beberapa faktor yang menjadi tantangan ekspor beras. Seperti produksi, produktivitas, kontinuitas, kesesuaian lahan, posisi Indonesia, harga.
“Peluang meningkatkan produksi dan provitas masih ada, pola panen tahun 2020 juga terjadi pergeseran waktu panen, dengan panen sepanjang waktu diharapkan tidak ada defisit bulanan. Kalau saya lihat berdasarkan data BPS akan ada banyak stok beras, saya rasa tidak perlu lagi ada impor, stok pangan aman, apalagi tahun ini tidak ada el nino,” ujar pria yang sering diundang pada forum perdagangan beras internasional ini.
Ia menyebut ada beberapa strategi meningkatkan daya saing beras, yaitu meningkatkan produksi, meningkatkan efisiensi dan modernisasi dari hulu hilir, fokus pada beras khusus dengan kualitas tinggi dan promosi membuka pasar ke negara luar.
Promosi ini menurut Sutarto sangat penting karena selama ini image Indonesia sebagai pengimpor beras, padahal sebenarnya Indonesia ini bisa menghasilkan berbagai jenis beras, “ tuturnya.
Harga juga menjadi hambatan selama ini karena itu perlu efisensi dalam budidaya, pengolahan hasil serta lgistiknya. Terakhir Sutarto menyarankan pemerintah fokus menggenjot beras khusus karena beras ini sudah punya pangsa pasar yang cukup banyak di negara tetangga.
---------------------------------------------------------
Sekian jawabannya teman-teman, semoga dapat membantu dan teman-teman semakin paham mengenai peluang Bauran Pemasaran Beras Merah😁 Terima kasih sudah bersedia membaca, sukses selalu untuk teman-teman, sampai jumpa.....
----------------------------------------------------------
Nama: Nina Yunita
NIM: 180321100069
Kelas: B
----------------------------------------------------------
Nama: Nina Yunita
NIM: 180321100069
Kelas: B

Komentar
Posting Komentar